Oleh: donbull | Maret 3, 2012

dongeng soal burung

Dulu, saya udah pernah cuplik cerita ini di note FB. Sekarang saya sangat ingin membaca dan merenunginya lagi.

“Dongeng Soal Burung”

[taken from novel “ Moga Bunda Disayang Allah” (tere-liye)]

percakapan melati dengan karang

“Kau tahu, Melati ….”

“bagi penduduk suatu tempat, yang letaknya jauh, jauuuh dari sini. Seekor burung selalu menjadi simbol yang indah bagi mereka. Sama indahnya dengan helai bulunya….”

“menurut kepercayaan penduduk di tempat itu, saat ada seseorang diantara mereka yang meninggalkan kota, meniggalkan kampung, maka mereka harus melepaskan seekor burung baginya. Lebih banyak burung yang dilepaskan, maka lebih banyak keberuntungan yang menyertai kepergiannya…. Ku tahu, melati, kenapa harus seekor burung, kenapa bukan bebek? sapi? Atau binatang ternak lainnya? …. Karena burung menjadi simbol yang amat indah….

“lihatlah, seekor burung terbang bebas di angkasa. Tanpa beban.  Berputar-putar menatap hamparan dunia luas…. .begitu indah, bukan? Begitu pula seharusnya saat seseorang akan pergi, entah itu untuk menimba ilmu, entah itu untuk mencari kehidupan yang lebih baik, entah itu untuk sebuah janji perubahan, ia seharusnya sama bebasnya seperti seekor burung. Tanpa beban. Berputar-putar begitu indah. Bahkan, kau tahu, sayang, setiap manusia sudah seharusnya seperti seekor burung, hidup bebas tanpa beban perasaan, tanpa beban kesedihan. Selalu senang memandang luasnya hamparan kesempatan dan janji kebaikan di muka bumi….”

“Dalam proses kepergian, lazimnya yang pergi selalu lebih ringan daripada yang ditinggalkan. Lebih ringan untuk melupakan…. Yang pergi akan menemui tempat-tempat yang baru, kenalan-kenalan baru, kehidupan-kehidupan baru, yang pelan tapi pasti akan menggantikan kenangan lama. Sementara yang ditinggalkan lazimnya tetap berkutat pada segala kenangan yang itu….”

InsyaAlloh kalau semua diniati ibadah pasti akan ada kemudahan….

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-Nisa’: 100)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: