Oleh: donbull | Januari 3, 2012

ada ngga ya orang kaya gini di jaman sekarang

Bayangkan saja anda pada suatu hari punya uang 5 miliar rupiah. Bagaimana perasaan anda? Pasti sudah berlarik-larik list barang dipikiran yang ingin dibeli. Sudah berpuluh-puluh rencana liburan yang terbayang. Atau mungkin anda sudah berniat membuka usaha untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Bisa juga anda menginvestasikannya untuk jaminan hidup anda. Tapi ada ngga ya di zaman sekarang salah satu dari anda ketika mendapat uang sebanyak 5 miliar, lalu bergegas mencari puluhan atau bahkan ratusan kantong plastik. Kantong plastik? Iya kantong plastik. Lalu anda bagi-bagi uang tersebut dalam kantong-kantong tersebut. Kemudian di pagi buta, hari kamis, anda berpuasa, anda sendiri membagikan uang 5 miliar tersebut hingga habis tidak bersisa kepada kepada fakir miskin hingga sore hari. Uang 5 miliar tersebut tidak bersisa sama sekali. Tidak bersisa serupiahpun. Karena uang tersebut habis tak bersisa, maka anda kemudian terpaksa berbuka puasa dengan sepiring nasi, sayur asem, sama tempe goreng. Ada ngga ya orang kaya begini zaman sekarang? Mungkin jawabannya sangat jarang atau mungkin tidak ada. Orang gila kaleee, uang 5 miliar disedekahakan lalu rela makan nasi, sayur asem, dan tempe doang. Atau ada yang berpikir ah dari dulu sampai sekarang mana ada orang kaya gitu. Cerita fiktif belaka tuh. Ngawur tuh yang nulis, ngga sebegitunya kaleee. Sangat langka orang yang mau menghabiskan uang 5  miliar dengan cara sebegitunya. Gila kan?
Tapi dulu ada salah satu wanita terbaik di muka bumi ini sangat sering melakukan hal tersebut. Telah menjadi kebiasaannya, mungkin juga telah menjadi kebutuhannya. Dialah Aisyah r.ha.. Pada suatu hari Aisyah R.Ha. mendapat dua karung dirham penuh (harta rampasan perang). Kurang lebih berisi 100.000 dirham. Kemudian Aisyah meminta beberapa kantung dan mengisinya dengan dirham tersebut. Lalu ia membagi-bagikannya dari pagi hingga sore sampai tidak tersisa sedirhampun. Pada hari itu Aisyah r.ha. sedang berpuasa.Pada saat berbuka puasa Aisyah berkata pada pembantunya, “Hidangkanlah makanan untuk berbuka.” Pelayannya lalu menghidangkan sekerat roti dan minyak zaitun, lalu berkata, “Alangkah baiknya jika engkau menyisakan satu dirham, sehingga kita bisa berbuka dengan daging.” Aisyah menjawab, “Kenapa baru engkau katakan sekarang. Kalau engkau katakan sebelumnya pasti akan saya berikan.” (tadzkirah).
ada juga yang mengisahkan bahwa Aisyah r.ha. pernah menyedekahkan uang 70.000 dinar sedangkan bajunya masih penuh dengan tambalan.(thabaqat)

catatan : satu dirham kalau dirupiahkan sekitar 49.500 (+- 50.000)
*gerai dinar
saya yakin nilai tersebut juga tidak jauh berbeda dengan nilai jaman dulu, mengingat harga kebutuhan di zaman yang pastinya juga lebih murah. Luar biasa sekali semangat agama wanita zaman dulu. Lalu bagaimanakah sedekah kita sekarang? sudahkah mumpuni jika dibandingkan dengan harta kita? sudahkah dianggap pantas jika dibandingkan dengan gaya hidup kita? akankankah kita sedekah nunggu kaya dulu, nunggu punya uang 5 miliar dulu?
padahal Nabi pernah berkata kalau sama ikhlasnya, sedeka 1 dirham tuh bisa lebih baik dari 10 dirham.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: