Oleh: donbull | Desember 6, 2011

kejadian lucu liburan kemarin

hwaaaa

^_^

Lepas wisuda 12 Oktober kemarin, libur panjang sudah bersiap menyambut. Liburan panjang sekitar satu setengah bulan. Dari pertengahan bulan sepuluh hingga akhir bulan 11. Lama. Lebih dari liburan waktu sma dan libur semester di kampus. Banyak rencana yang pengen dilakukan. Mulai dari naik gunung, makan habis beberapa buku, niruin tutorial grafis, nguli lagi di pasar (bantuin ibu), belajar ngetik, sampai rencana mau nambahin berat badan. Sekilo saja, ngga usah banyak-banyak.

Awal liburan   langsung saya habisin buat ke merbabu dan merapi, 3 hari  2 malam. Rampung dari sana, saya  langsung balik ke rumah. Saat yang paling dinanti sejak 3 bulan terakhir bisa terwujud juga. Kumpul bersama dengan keluarga. Ketemu lagi sama ibu, ayah, mbak Iin, mas wahyu, si fatih, mbak widiyanti dan tetangga-tetangga . Bisa kembali dengar suara ibu yang merdu mesra giamana gitu. Sisa waktu liburan sekitar sebulan lebih praktis saya habisikan di rumah.

Saya kembali ke aktifitas rutin sejak SD, bantuin ibu di pasar. Pagi ba’dha subuh berangkat ke pasar pulang menjelang jam 5 sore. Ada jeda istirahat cukup panjang  dari jam 9 sampai bedug dhuhur, selebihnya hanya istirahat sholat, dan kalu ada keperluan penting lain. Rencana membaca, belajar tutorial, dan rencana yang lain dipaksain disela-selanya. Sekenanya.

Cukup membosankan sih, tapi entah kenapa kalau di rumah selalu ada kejadian atau percakapan lucu. Banyak perbedaan karakter dan pendidikan di keluarga, tapi itulah yang bikin indah. Perbedaan indah. Perbedaan yang sering meletupkan tawa dan kejadian-kejadian lucu. Grrrrrr. Tawa segar kadang meletus begitu saja.

Kejadian 1
habis isya, kumpul semua di depan tv, saya makan, mbak iin asyik bungkusin jajan untuk dijual di koperasi sekolah, bapak sama mas Wahyu duduk takjim lihat tv, dan Ibu saya ngga kalah asyik dan takjikmnya. Heboh malahan. Ibu asyik mencari kutu (didis;jawa) mbak widiyanti. Mbak widiyanti lebih beruntung sejak kecil, ia dianugerahi hal yang tidak sembarang orang dapat.Dia spesial.

Ibu : “wid..wid.. banyak amat kutu kamu, udah disuruh keramas tiap mandi ngga nurut, diatur baik ngga mau. Kalau ngga punya uang minta ke Ibu saja.” (jengkel dan sangat ketus, seketus bunyi kutu terbunuh di antara kuku jempol tangan ibu)
saya : (cuma tersenyum saja) “emang bandel, wajar ibu jengkel, kalau ngga bisa berpakaian sih wajar, ini cuma disuruh keramas saja bandelnya minta ampun” (dalam batin)
mbak iin : “Udah tho bu’, cari kutu terus,, mbok ya cepetan istirahat. Udah seharian di pasar apa ngga capek.” (aga mengatur)
saya : “iya bu, ayo cepetan istirahat.” (ikut-ikut mengatur)
Ibu : (tetap saja ngga menggubris, terus ngomel-ngomel sambil memilah-millah rambut kakak, barangkali berharap dapet ratu kutunya)
Mb iin : “Anak sama ibu sama saja, sama-sama ternak kutu” (meledek)
Ibu : (semakin beringas berburu kutu, “thu..thus.” Bunyinya. Ada yang dieksekusi pakai kuku tangan, ada yang beruntung dieksekusi pakai gigi)
saya : “hahaha, bener mb iin bu’, sama saja, sama-sama peternak kutu.”
Ibu’ : “ngga, kepala ibu’ gatel bukan karena kutu, tapi karena udah banyak ubannya” (berkillah)
Mn iin : “Halaaaah, siapa coba kemarin yang beli obat kutu, masih ada sisanya di kamar mandi tu. Iya don, kemarin ibu’ i beli obat kutu”
saya : “halaaaah, iya ni bu’e.” (ikut nggasakin)
Ibu : “yeee, menghina orang yang punya kutu. Orang punya kutu itu tandanya baik, kepalanya sehat.”
(grrrrrrr… seruangan ketawa, tak ketinggalan ayah yang dari tadi asyik dengan tinjunya di tv, cuma mbak wid aja yang ngga. Soalnya dimarah-marahin terus samla ibu’)
saya : “Lhoh…?”
mb iin : “lho..?”
(wajah bertanya-tanya)
Ibu : “Iya dong, kalau ada kutunya tandanya kepalanya sehat dan segar. Kalau ngga sehat mana mungkin kutu mau hidup dan beranak minak di situ. Sama kaya kalau jajanan ngga dikerebutin lalat. Jangan-jangan makanannya banyak formalinnya.” (menjelaskan dengan sangat fasih, kebanyakan lihat acara investigasi)
(grrrrrrr…. semua ketawa, lebih riuh dari yang tadi, kali ini mb wid ikut tertawa juga)

hehe, Ibu’-ibu’ ada-ada saja, tapi mungkin ada benernya. Bisa saja kutu ngga mau hidup di kepala seseorang gara-gara di rambut dan kulit kepalanya banyak akumulasi kontaminasi dari sampo dan polusi. Kontaminasi dari pewarna rambut, catok, hairstyle, dan hairtreatment yang bermacam-macam. Kontaminasi bahan kimia yang sangat berbahaya buat kutu.Jadi pengen tahu, bener apa ngga.

Kejadian 2
setiapa pagi, ayah yang masih belum sembuh selalu mennyempatkan diri membantu ibu buka warung. Berangkat bersama bareng ibu selepas subuh dan pulan sekitar jam 6 pagi. Beliau pulang selalu membawa
1. Beras ( buat di masak)
2. Sabun colek cuci piring 2 buah biasanya merk dang*** warna kuning (buat cuci piring kotor dan juga “piring bersih” mb wid. Loh piring bersih ko juga? hehe mb wid memang istimewa)
3. Jajan buat mbah temi (tetangga yang bantuin momong fatih)
4. Uang lima ribu (buat jajan onde2 fatih sama buat jaga-jaga)
sorenya di pasar…
saya : “mba sabun colek cuci piring habis, baru besok pagi order. Nanti kalau naruh blueband jangan disekitar tempat sabun cucian.”
mb iin: “iya, gampanglah.” (nada ngga memperhatikan)
saya : “Awas nanti kalau masih ditaruh sekitar sabun colek” (dalam hati)
esok harinya di pasar juga..
bapak : “Don, bapak pulang dulu.” (selesai buka warung dan membawa ke 4 item rutin di atas)
saya : “iya bapak, saya di sini dulu bantuin ibu. Pasarannya legi mungkin akan lebih rame hari ini pak.”
(ayah bergegas pulang ke rumah)
ibu : “Don, tolong ambilin blueband kecil.” (ada orang yang beli)
d0nik : “Iya ibu, dimana bu’ letak bluebandnya?”
Ibu : “Di sebelah timur kamu itu lho..”
donik : “Wah gawat, harus segera nyusul ayah.” (dalam batin)
—Bergegas. Harus cepat, kalau terlambat bisa gawat.—
saya langsung lari tunngang langgang, mungkin masih di sekitar stasiun, belum sampi rumah. Belum terlambat.
yang saya khawatirkan benar. Bapak tidak membawa sabun colek melainkan membawa blueband. Saya ketawa cekikikan waktu minta lagi bluebandnya. HEhehee sudah pikun ternyata. Kalu saja terlambat pasti bisa gawat. Bisa-bisa piring bersih jadi licin semua. Ibu bisa marah. Soalnya mba wid taunya cuma cuci piring saja. Dia istimewa, dia belum bisa bedain blueband dan sabun colek

kejadian 3
(lanjut kapan-kapan)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: