Oleh: donbull | Oktober 20, 2011

“….. In to You”

Beberapa minggu yang lalu gw sempet nonton film ber genre drama di laptop. Jarang sekali gw nonton yang namanya film drama, jujur lebih suka film yang lain, paling suka animasi petualangan. Judulnya sudah lupa, soalnya susah. Pokoknya akhir judulnya “in to you”. Filmnya awal-awal aga boring tapi lama-lama cukup menerik. Film bercerita soal cinta dan pernikahan. Nah lho cinta, nah lho pernikahan., nah lho gw kapan coba? Berkisah tentang 4 orang wanita, sebut saja wanita 1, wanita 2, wanita 3, dan wanita 4.

Kisah wanita 1, wanita 2, dan wanita 3

Kisah mereka gw gabung soalnya ngga begitu interest dan impresif buat gw. Gw certain singkat saja.

Wanita 1 itu punya seorang pasangan. Mereka sudah bersama selama 7 tahun. Pasanganya sangat baik tapi antipati dengan yang namanya menikah (di dunia barat boleh dan tidak tabu hidup bersama walau belum nikah), sedangkan wanita 1 ini ingin segera menikah. Banyak orang yang sudah menyindirnya terus dan itu sangat mengganngu. Kemudian muncul banyak masalah, sempet pisah, sempet bertengkar hebat. Akirnya si wanita sadar walaupun pasangannya tidak mau menikah, pasangannya itu orang yg sangat baik, sangat setia, dan orang yang tepat yang ia butuhkan. Ending cerita pasangan wanita 1 propose juga karena sangat ingin bahagiain si wanita 1. Mereka menikah di atas perahu layar di senja yg sangat manis. Happy ending.

Wanita 2 berkebalikan dengan wanita 1, ia sudah menikah tetapi suaminya selingkuh dengan wanita 3. Mimpi-mimpi yang telah diretas dengan membangun rumah mewah baru dan keinginan untuk punya anak kandas sudah. Kandas karena si suami ketahuan selingkuh sama wanita 3 yang lebih aduhai. Wanita 2 itu hebat, sedih pasti, tapi memilih berpisah dan memulai mimpi2 yang baru sambil terus percaya dan menunggu sesuatu yang lebih baik datang. Sad atau Happy ending ya, ah ralatif endingya ni…

Wanita 3 sendiri adalah seorang pelatih yoga yang sangat cantik nan aduhai. Sebenarnya dia sudah punya pasangan. Pasangannya bahkan sudah mengajak menikah dan membangunkannya sebuah rumah yang indah, tapi ia tidak mau karena ia sudah terlanjur kepincut sama suami wanita 2, tidak peduli yang ia sukai bestatus suami orang. Suami wanita 2 lagian lebih romantis nan aduhai. Cinta kan soal hati, sreg ngga sreg ngga bisa dipaksakan,hahaha. Ending wanita 3 ngga jadi sama siapa2, suami wanita 2 masih suka ia dan istrinya, yee maunya. SAD ending lah pokoknya.

Kisah Wanita 4

Hahaha, belum-belum udah ketawa mengingatnya. Wanita 4, seorang karyawati wiraswasta sekaligus teman kerja wanita 1 dan wanita 2. Di saat temen2nya sudah punya pasangan bahkan suami, Ia malah belum pernah punya pasangan , agak terlunta-lunta cerita cintanya. Ia punya sifat yang unik, setiap sikap laki-laki yang sebenarnya biasa saja, entah bagaimana ia melihatnya, hal itu bisa jadi seperti tanda-tanda atau sinyal-sinyal ketertarikan karena cinta. Entah itu cuma bertukar nomor telepon, sekedar senyum, membelikan minum, janji akan ditelp, bahkan sekedar kedipan mata. Ia sering seharian nungguin telp gara-gara malam sebelumnya bertukar nomor telp dengan seorang laki-laki. hasilnya jarang sekali ada yang menelpon, kasihan sekali padahal berhari-hari galau menunggu. Al hasil ia ngga mau ngasih nomor telpnya kalau memang tidak mau menelponnya, sampai2 memaksa-maksa agar meneleponnya, kasihan sekali. Sering wanita ini kecewa, sedih, dan menangis. Tapi dia agak keras kepala, tidak menyerah, dan terus berupaya untuk bisa menemukan pasangan yang mecintainya walaupun kadang dengan cara yang berlebihan dan terlihat bodoh.

Wanita 4 ini kadang “ngga ngeh “ kalau laki-laki itu tidak mencintainya, ngga ada feel sama sekali. Ia bahkan sering cuma dimanfaatkan buat bahan pelarian dan lucu-lucuan oleh lelaki. Dalam cerita wanita 4 ini, ada seorang laki-laki manager bar. Laki-laki royal, penebar cinta di sana-sini, di wanita ini-itu. Sebenarnya bukan cinta sih, lebih tapatnya nafsu. Ia sama dengan lelaki hidung belang lainnya, ngga perrnah serius mencintai. Laki-laki inilah yang sering jadi tempat konsultai si wanita 4. Ia juga yang sering menyadarkan kalau laki-laki A,B, C, dan lainnya tidak mencintainya, tapi dasar wanita 4 kadang ngga percaya begitu saja.

Nah, kejadian selanjutnya, karena laki-laki manager bar sering memberi bantuan dan saran ini-itu, sering jadi tempat curhat, sering ngasih minum, sering telp, dikira oleh si wanita 4 laki2 ini suka sama dia. Jadilah salah persepsi lagi. Mimpi-mimpi ia tebarkan dan bunga-bunga ia semaikan di dalam hati, hatinya yang polos yang sangat ingin mencintai dan tentunya sangat ingin dicintai. Wanita 4 ini selalu mudah mencintai dengan polosnya ngga peduli nantinya cuma sedih, sakit hati, dan kecewa. Ia merindukan laki-laki yang mau mencintainya, sangat merindukan.

Di bagian akhir cerita, pada suatu kesempatan, laki-laki manager bar mengundang nya ke sebuah pesta yang ia adakan. Wanita 4 merasa senang sekali dan ia yakin laki-laki manager bar benar-benar pandai memendam perasaan cinta.Perasaan cinta untuknya. Ia berpikir akan diajak minum bareng berdua, dijadikan tamu special, dilayani bagai tuan puteri, dan lebih heboh lagi, jangan laki-laki manager bar itu mau nembak dia di depan orang banyak. Hasilnya omong kosong belaka, dia Cuma disuruh bantu nyiapin makanan sama melayani tamu yang lain. Mengantar makan dan minuman ke sana ke mari. Lucunya, si wanita 4selalu berpikir “ngga apa-apa berkorban, lagian Cuma menyiapkan makanam,saudaranya (laki2 manger bar) kan ngga ada yang datang. Siapa tahu selepas pesta mala mini aka nada kesempatan berduaan, dan saya akan mendengar kalimat cinta dari seorang laki-laki.” Dengan harapan yang semakin tidak sesuai dengan kenyataa, mimpi2 tetap saja tumbuh subur dipikirannya. Mimpi2 soal cinta.

Jam 2 malam Pengunjung pesta habis sudah. Wanita 4 semakin deg-degan menunggu si manager melancarkan aksinya. Harapan kalau si manager akan menyatakan cinta semakin membuncah. Si wanita 4 semakin salah tingkah. Ternyata eh ternyata, si manager malah asyik main game dan berciuman dengan seorang wanita. Wanita 4 aga shock sambil memegang piring2 yang habis ia cuci. Ia menangis, sedih sekali. Si manager hanya heran dan tertawa. Hehehe bingung menceritakannya. Pokoknya sedih banget. Yang paling berkesan adalah ucapan dari si wanita 4 sebellum ia lari pulang sambil menangis, ni terjemahan bahasa inggris very gw :

“Boleh jadi saya ini polos, ngga begitu cantik, gampang dibodohi, terlalu sering dijadikan olok-olokan laki-laki, tapi saya bukan orang yang gagal mencintai, saya pecinta dengan cinta yang baik, dan saya yakin saya lebih dekat untuk mendapatkan seseorang dengan cinta sejati dari pada kamu”

Di ending ceritanya, si manager bar yang sebelumnya belum pernah merasakan benar2 jatuh cinta, jatuh cinta juga dengan wanita 4, mereka menikah dan bahagia bersama. Ujung ceritanya Happy Ending. :DD


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: