Oleh: donbull | Oktober 15, 2011

sambal bawang

Dulu,dan bahkan sampai sekarang, ibu saya selalu sibuk bekerja dipasar, dari setelah kentong subuh sampai menjelang magrib. Kata-kata orang-orang, ibu saya penunggu pasar. Iya, penunggu pasar berkepala hitam yang pinter cari duit. Berangkat paling awal, pulang paling akhir. Sehari saja ibu ngga ke pasar karena sakit atau keperluan lain, pasar geger. Pada ribut nanyain ibu saya semua. Begitulah rutinitas setiap hari. Tidak kenal sabtu sama minggu dan sebagian hari libur nasional. Al hasil, ibu tidak penah yang namanya masak buat sarapan. Setiap pagi, tidak ada namanya bakar-bakar nyalain perapian, teh anget, ngga ada kumpul bareng buat sarapan.

saya seringnya diajak ayah sarapan nasi pecel, opor ayam, atau nasi kunig di warung. Itupun waktu aya masih sehat. Setelah ayah saya ngga bisa lagi bekerja dan ngga bisa ngajakin makan di warung lagi, biasanya saya masak kecil-kecilan buat sarapan. Lumayan buat sarapan bertiga, saya, ayah, sama kakak. Sepulang dari pasar, ibu membawakan beras, tempe, dan beberapa sayuran buat dimasak. Seringnya Sebungkus sop2 an (kol, wortel, makroni, daun bawang, sledri, dan bumbu yg lain). Ah iya, dasar saya masih ngga ngerti masak gituan. Kalau saya paksain masak ntr jadinya keasinanlah, kurang mricalah, berasa masako semua, terlalu kematangan lah. Antah berantah hasilnya. Pernah saya coba masak oseng-oseng, semua bahan sop saya potong kecil-kecil, panasin minyak, masukin semua, tambahin masako, tumis bentar sampai matang. Haha bisa dibayangin gimana rasanya. kata bapak, “Ini sayur aneh banget”.

Akan tetapi saya punya menu solutif buat sarapan enak, cepat, kenyang, dan cukup bergizi. Sangat membantu sekali, apalagi kalo hari efektif sekolah dengan waktu yang sangat mepet.Sepulang dari pasar, langsung masak nasi. Sambil nungguin nasi matang, saya bikin lah tempe goreng. Kalau tempe goreng ma gampang bumbunya, cukup ketumbar, garam sama bawang yang banyak. Ngga usah pakai tepung-tepung serbaguna seharga 2 ribuan, cukup tumbar, garam, dan bawang sekitar seribuan doang. Lebih murah, biar dagangan ibu ngga habis dikonsumsi sendiri. Pelengkap terakhirnya adalah sambal bawang. Sambal bawang spesial buatan saya yang diajarkan bapak. Cukup dengan bawang mentah, cabe rawit mentah, dan garam, sambal bawang bisa kita bikin. Ketiganya langsung kita haluskan (ulek) dan taraaa, jadi deh sambal bawangnya. Rasanya sangat pedas dan tahan lama. Menantang sekali. Jadilah menu sehat yang ngga perlu yang namanya monosodium glutamat (MSG) yang menurut buku yang saya baca diperpustakaan SMP, bumbu tersebut mengandung zat yang bisa menyebabkan kanker dan ganguan otak. Wuih serem kan.

Pagi2, sebelum ke sekolah, kita makan dulu nasi anget-anget, tempe goreng yang panas-panas, dan sambal bawang yang hot. Dijamin ngabisin nasi sama ngabisin air di kendi. Huh..hah..huh..hah.. pedesnya. Aroma bawang dan cabe rawit mentahnya bikin ngga nahan. Tak usah peduli apa yang terjadi sama perut besok paginya, yang penting nikmati aja sensasinya.Genjot terus!

Saya juga inget pernah bikin menu zaman perjuangan kemerdekaan. Gara-gara dengerin cerita mbah man-seorang mantan pejuang kemerdekaan- tentang begitu nikmatnya makan nasi panas, bawang merah mentah, sama terasi bakar, penasaran saya terbakar dahsyat. Saya langsung membuatnya. Rasanya sih cukup aneh gitu ngga seenak cerita mbah man yang sangat provokatif. Mungkin jaman dulu pada sering terpaksa menahan lapar atau mungkin kelaparan ya, makanya jadi berasa enak baget  nasi, panas, bawang merah mentah, sama terasi bakar. Eh ya itu sehat juga lho, ngga ada bahan kimiannya.Penasaran? coba saja.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: