Oleh: donbull | Oktober 14, 2011

mungkin salah saya

Terkadang, tanpa disengaja, ada benih bunga yang tersemaikan dihati seseorang. Meskupun kita sebenarnya tidak merasa menjatuhkan, membuang, atau sengaja menyemaikannya, tapi tidak ada yang bisa mencegah benih bunga tersebut untuk tumbuh. Benih tersebut pelan tapi pasti mulai disiram dengan air keinginan, dipupuk dengan do’a-do’a, tersinari oleh harapan-harapan.

Perbuatan kecil yang kita lakukan, yang kita anggap biasa saja, bisa jadi pupuk yang ratusan kali lebih bernutrisi dari pupuk biasa. Dasyat untuk tumbuhnya benih bunga itu. Benih bunga yang di satu sisi mungkin tidak atau belum kita tahu dan mungkin tidak kita kehendaki hadirnya, tapi disisi lain tumbuh subur di sebuah hati, akarnya semakin kuat menelusup ke celah-celah hati, pelan-pelan, halus, mencengkram kuat, menghisap ganas pikiran dan perasaan.

Jangan pernah salahkan hati yang menyemaikan, semua fitrah, hatimupun bisa saja seperti itu. Berhati-hati sajalah. Itu lebih baik. Jangan pernah memberikan benih bunga jika memang tidak ada niatan bersama menyemaikan dan membesarkannya. Jangan memberikan harapan-harapan jika hanya ketidakseriusan yang kamu berikan, Jangan dan jangan kamu menanam bunga diladang (hati) orang lain kalau hanya berniat kamu cabut lagi dengan meninggalkan ladang (hati) yang tak lagi utuh seperti sedia kala hanya demi kesenanganmu.

Alangkah baiknya menjaga, menjaga, dan menjaga
Puisi atau prosa ya.. –,–
-evaluasi-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: