Oleh: donbull | September 23, 2011

kamis Spesial

Kalau publik sepak bola inggris sering menyebut super sunday guna meng istilahkan duel klub2 elit di hari minggu dan orang islam sering menyebut hari raya mingguannya “holy Friday”, maka saya menyebut hari ini “special Thursday”. Today is Thursday and it’s really special. Iya dong spesial, pake S, P, sama E sih. Coba kalau ngga pakai S, P, ,sam E. bagaimana ngga sepsial, buat hari ini saja banyak hal yang saya bela-belain buat dilakukan. Saya lakukan semua, spesial buat hari ini.Baju putih lengan pangjang dan calana hitam buat hari spesial saya kucek lama sekali. Nyuci spesial, pake lama, kalau biasanya nyuci ngga pake lama.Kalau biasanya saya kucek paling lama 5 menit, kali ini saya kucek 15 menit. Spesial 3 kali lipat porsinya. Saya ingin, buat hari ini, baju putih tampak lebih cerah dari biasanya. Baju putih baru waktu PKL tidak saya pakai. Sekali lagi ini hari spesial, jadi harus pakai pakaian yang spesial pula.

Baju putih dan celana hitam hari ini saya seterika sangat rapi. kalau hari kuliah bisa kemeja putih doang yang saya seterika, celana panjangnya jarang sekali kecuali kalau benar-bener bergaris celananya. Brikutnya, kaos dalam dengan sangat luar biasa hari ini saya seterika juga lho, soalnya biasanya tidak pernah. Dalih saya tidak pernah setrika kaos dalam :”siapa juga yang mau lihat, kalau terlalu rapi ntr tertarik sama kaos dalamnya, bukan sama orangnya” hahaha (ngga masuk akal banget, bilang saja males nyetrika). Spesial buat hari ini, alasan kurang masuk akal tadi tidak berlaku.

buat hari ini, saya bela-belain pakai scrap soap pembersih wajah. Pembersih wajah yang baru saya pakai 2 kali sejak 2 bulan lalu, spesial saya pakai buat hari ini. Biar aga kinclong dikit gitu, tapi tetep aja gantengan kalo ngga pake apa-apa.hghghg

Sungguh sangat spesial hari ini. Hari kamis yang spesial. Yang membuat hari ini spesial sebenarnya bukan karena hal-hal diluar kebiasaan yang saya lakukan dari mulai nyuci spesial sampe pakai pembersih wajah biar aga kinclongan, Yang membuat hari ini spesial karena hari ini adalah Hari Yudisium saya. Yudisium untuk dinnyatakan “sah” lulus dari salah satu perguruan tinggi rakyat terfavorit. Perguruan tinggi rakyat, bukan pergururan tinggi negeri, bukan perguruan tinggi swast, apalagi perguruan tinggi kedinasan. Lha saya kuliahnya 100% dibiayai uang rakyat bukan uang negara atau swasta, jadi tepat kalau saya bilang perguruan tinggi rakyat. Alhamdulillah, mulai hari ini saya sudah menyelesaikan pendidikan D3 secara sempurna. Saya “lulus” D3. Saya bersama 485 saudara yang lain dinyatakan “sah” sebagai alumni.

Perjuangan selam tiga tahun akhirnya sampai pada titik akhir. Ibarat perjalanan ni, saya sudah sampai di salah satu tujuan saya, sebelum melanjutkan ke tujuan-tujuan yang lain. Terima kasih yang tiada henti saya ucapkan kepada nyonya besar dirumah (ibu’). Meskipun dengan aga tertatih-tatih, beliau sukses menunaikan kewajiban mulia orang tua untuk menyekolahkan anaknya setingggi mungkin. Saya bisa terus mengenyam pendidikan dan tidak harus berhenti sekolah dasar karena mahalnya harga 5 buiah genteng tempo dulu seperti yang ibu alami. Terima kasih buat semua daya upaya yang telah ditempuh demi agar anakmu bisa hidup dengan masa depan yang lebih baik. untuk semua yang telah ibu dan keluarga di rumah lakukan, kerja jam 5 pagi sampai jam lima sore, ngutang bank sana-sini, beliin seragam dan perlengkapan ini itu, dan Doa “keren dan spesial” yang selalu dipanjatkan setulus hati, semoga di balas dengan sebaik-baik balasan, baik oleh ankamu maupun Alloh Rabbi Izzati.

Saya berniat sungguh-sungguh membalas semua itu. Saya ingin memberi. Pemberian tidak hanya dengan materi ibu, tidak hanya dengan memberi uang bulanan kepada ibu agar tidak perlu berangkat jam 5 pagi pulang jam 5 sore, tidak hanya dengan memperbaiki rumah yang hampir satu dekade tidak ada perubahan berarti-tetap dengan “Megah”nya, megahi (jawa)-, menyekolahkan si fatih, membuatkan tandon air besar, saya ingin memberi yang spesial ibu sebagaimana spesialnya keringat dan perjuangan ibu selama ini. Sesuatu yang spesial, tidak terbatas jarak, ruang, dan waktu. Tidak terbatas jumlah dan hitungan. Saya ingi memberi doa anak yang shaleh. Doa yang “sangat spesial.” Ia bisa menembus batas dunia akhirat. Ia terlepas dari istilah berhenti karena ia terus mengalir. ia memberi kebahagiaan yang kekal bukan kebahagiaan semu.Doa itu punya “wild Card”. Doa itu punya akses, jangkauan, dan kecepatan yang spesial.

Satu hal lagi, saya ingin memberimu menantu yang shalehah. Menantu yang “spesial”. Menantu yang berakhlak baik kepadamu dan bisa mengajarimu tentang agama. Darinya, semoga lahir cucu-cucu mu yang shalih shalihah. Cucu-cucu yang bisa mengirimkan doa spesial bukan hanya buat kedua orang tuanya, tetapi juga kepada kakek neneknya.

Terima kasih Alloh, terima kasih ibu, terima ksih bapak, terima kasih ibunya fatih, terima kasih keluarga, terima kasih semuanya. Berkat kalian semua saya bisa sampai pada hari spesial ini. :D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: