Oleh: donbull | Juli 15, 2011

Antusiasme

Antusiasme, satu hal yang mungkin sering kita lupakan saat kita melakukan sebuah aktivitas. Kita terkadang mengerjakan sesuatu tetapi tidak ada jiwa/ruh pelaku atas pekrjaan itu dalam diri kita. Misal ketika kita belajar, kita jarang menghadirkan jiwa/ruh seorang pelajar sebelum kita belajar. Secara tampak fisik kita belajar tetapi secara jiwa dan hati kita tidak. Kemudian bisa kita ketahui apa yang dihasilkan dari aktivitas semacam itu, Ketidakoptimalan, ketidak efektifan, hasil yang minim, makan waktu banyak, dan masih banyak yang lain. Mungkin kita sudah berjam-jam belajar tapi kok ngga ada yang masuk. Contoh yang lain misalnya Kita sudah makan tapi tidak ada yang membekas dalam perasaan, mulut,dan perut kita. Kadang tidak membekas rasa syukur dalam hati kita atas apa yang barusan kita makan. Apasih susahnya menyadarkan diri bahwa kita ini sedang menjadi pelaku dari sebuah aktivitas dan kemudian munculkan antusiasme dalam mengerjakannya.

Kebanyakan orang antusias sekali dalam hal-hal yang ia senangi, penting, sesuai dengan keahliannya, memberikan hasil yang banyak terutama buat dirinya sendiri baik langsung maupun tidak. Hal tersebut sangat wajar dan manusiawi. Hampir semua orang seperti itu.Akan tetapi mungkin kita perlu menanyakan pada diri kita, kalau kita antusias dalam mengerjakan hal yang kita senangi, kenapa kita tidak bisa antusias mengerjakan sesuatu yang kita butuhkan. makan, tidur, belajar, mandi, BAB, membantu orang lain itu sdikit contoh dari apa yang kita butuhkan. Analogi ini sama halnya dengan pertanyaan apa yang akan kamu cari? yang kamu senangi atau yang kamu butuhkan? Sayangnya banyak dari kita yang ngga sadar apa yang sebenarnya kita butuhkan.Apa yang dibutuhkan orang itu ngga selalu hal-hal atau pekerjaan yang besar,wah, tampak dan sebagainya.

Setiap pekerjaan, sekecil apapun, seremeh apapun, sepenting apapun jika kita coba mengerjakannya dengan penuh rasa sadar, kita tahu manfaatnya, antusias, dan ikhlas akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik bagi diri kita dan orang lain. Jikalau kita mengerjakan sesuatu buat orang lain dan hasilnya kurang memuaskan, paling tidak tidak akan ada kekecewaaan di hati ketika kita serius dan antusias mengerjakannya. Apa yang mucul di hati kita itu juga kehendak Tuhan, Tuhan tahu bagaimana kerja kita. Tuhan tahu tidak hanya apa yang tampak dan apa yang dihasilkan, tapi juga tahu apa hasil dan proses yang tidak tampak.

Banyak orang yang belajar tapi sebenarnya tidak belajar.  Mereka makan tapi sebetulnya tidak makan. Mereka beribadah tapi sebtulnya tidak. Mereka tidur tapi sebenarnya tidak. Membantu tapi sebenarnya tidak. Coba sering-sering berkata pada diri kita “Oh ya saya ini sedang makan. Paling tidak saya harus makan dengan baik (rapi, sopan, dan bersyukur)”.”oh ya saya ini sedang ngomong dengan teman saya, paling tidak saya haru jadi teman bicara yang baik(tidak bicara kasar, tidak memalingkan muka, senyum, dsb).” Lakukan juga hal yang sama untuk pekerjaan yang lain.

Ayo sadari apa yang anda lakukan detik ini juga. Apapun itu, coba hadirkan antusiasme di dalamnya,lakukan dengan sebaik-baiknya. Semua akan terasa lebih ringan dan menyenangkan…

Kalo ngga ada kegiatan atau kegiatan itu ngga bermanfaat.. tunggu apalagi seh.. segera cari kegiatan yang bermanfaat… =DDDD   


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: